Showing posts with label ISENG. Show all posts
Showing posts with label ISENG. Show all posts

Sunday, March 5, 2017

Ikrar Talak






Jangan sampai terjadi seperti ini hanya karena anda tidak bisa mengontrol hawa nafsu.
Berikut saya kasih contoh surat yang paling menghancurkan dalam keluarga. tetapi saya perlu saya ingatkan pada anda untuk berfikir ulang mengenai keputusan anda, karena apa yang akan anda lakukan ini akan sangat mengubah hidup anda dan juga keluarga anda.
jangan terburu-buru dalam mengambil sikap atau menentukan keputusan yang sangat penting ini apalagi jika anda masih dalam keadaan tidak stabil dalam hal emosi. pikirkan kembali masa depan anda dan keluarga,, apalagi jika anda sudah mempunyai anak, jangan sampai karena keegoisan orang tua anak yang tak mengerti apa-apa akhirnya harus menjadi korban broken home.
Selamat mempertimbangkan.

SURAT PERNYATAAN IKRAR TALAK

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama                                       : ……………………………………………………………
Tempat, Tanggal Lahir            : ……………………………………………………………
Warganegara                           : ……………………………………………………………
Agama                                     : ……………………………………………………………
Pekerjaan                                  : ……………………………………………………………
Alamat                                    : ……………………………………………………………
   ……………………………………………………………

Selanjutnya disebut Pihak Pertama (I) / Suami. Dengan kesadaran bersama tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun juga, maka dengan ini pada hari ini saya Pihak Pertama (Suami) menyatakan IKRAR TALAK 3 (tiga) kepada:

Nama                                       : ……………………………………………………………
Tempat, Tanggal Lahir            : ……………………………………………………………
Warganegara                           : ……………………………………………………………
Agama                                     : ……………………………………………………………
Pekerjaan                                  : ……………………………………………………………
Alamat                                    : ……………………………………………………………
   ……………………………………………………………

Selanjutnya disebut Pihak Kedua (II) / Isteri. Bahwa sejak hari …………. tanggal  ……………. Saudari ……………………………………………………. (Pihak II) sudah bukan menjadi isteri dan tanggung jawab saya lagi menurut syari’at Islam, dan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan mantan isteri saya tersebut bukan menjadi tanggung jawab saya lagi.

Bilamana Saudari ………………………………………………………... (Pihak II) mendapatkan jodoh dengan orang lain maka dengan rasa ikhlas dan ridho, lahir dan bathin, saya persilahkan untuk menikah dan saya tidak akan menuntut atau menggugat kepada siapapun dan begitu juga dengan sebaliknya.Terkait dengan hak asuh Anak dari hasil pernikahan kami Pihak Pertama (I) dan Pihak Kedua (II) sepenuhnya saya mematuhi hukum yang berlaku.

Demikian SURAT PERNYATAAN IKRAR TALAK ini saya buat dan saya tanda tangani secara bersama tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

 Surat Pernyataan Ikrar Talak ini dapat dilanjutkan atau dipergunakan sebagai bahan bukti ke PENGADILAN AGAMA agar yang berwajib maklum adanya.


.......................,. …., …………..………. 20..

Yang dijatuhi talak






……………………………………….
Yang menyatakan talak






……………………………………….

Saksi-saksi :
Saksi 1   : ……………………………………. ( ……………………. )
Saksi 2   : ……………………………………. ( ……………………. )
Saksi 3   : ……………………………………. ( ……………………. )

Thursday, February 23, 2017

Ngerjain pacar temen asik juga

Ngerjain pacar temen asik juga Pulang kuliah eh ketemu cewek unyu ga taunya pacar temen,. iseng-iseng gua ajakin makan dianya mau, ya udah bboleh juga mumpung temen ane lagi pulang kampung ane boleh lah nyicip dikit aja kan baru pacaran belom jadi suami istri,..,. Aseeeek., sambil ngobrol becanda dari tadi seru banget pas ane candain gituan doi ga marah malah ketawa senang ya udah iseng lagi ane,, coba deh tak ajak maen ke kos ane mumpung jam segini lagi lowong,, eh mau juga dia,., whuis mimpi apa semalem ane., ga peke lama langsung aja cabut brooo.,.,











lumayan kan buat koleksi enet yang demen gambar-gambar bohay.,.,.





segitu dulu gan ntar yang lain nyusu bakal lebih boahay lagi.,.
yang semangat ya., jangan pernah bosan berkunjung ke blog ane, saya doakan cepat kaya kalo sering datang di mari.,.,.

Monday, May 16, 2016

Cerita Dewasa IGO Terbaru 2016 Nikmatnya Dikerjain

Cerita Dewasa IGO Terbaru 2016 Nikmatnya Dikerjain - Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa IGO 2016 Musuh Dalam Selimut NikmatCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Entah namanya kelainan atau bukan kalau aku paling suka dan bernafsu sekali kalau dikerjain cewek. Teman-teman boleh kasih komentar deh mengenai ceritaku ini yang saya publish di novelseks.com

Cerita SEX IGO Terbaru 2016 Nikmatnya Dikerjain Cewek Cantik Bispak
cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi ABG Genit Suka Pegang Kontol Remaja Muda Indo

Bermula dari keisenganku membuntuti mobil berisi dua cewek cakep yang baru keluar dari gedung perkantoran. Mereka pun tahu dan sempat terjadi kejar-kejaran, sampai akhirnya mereka kasih kode untuk mengikuti mobilnya dari belakang. Sampailah akhirnya aku ke sebuah rumah mewah di perumahan elit. Setelah aku memasukkan mobil ke pekarangannya, aku memperhatikan mereka turun dari mobilnya, dan ternyata mereka bukan saja cakep, tapi juga sexy dengan pakaian kerja berblazer, rok mini dan sepatu tinggi.

Yang satu wajahnya lucu dan innosence, dan kuketahui kemudian namanya Vana. Sedangkan yang berwajah agak cuek dan sensual namanya Meiko, gadis keturunan Jepang. Aku diajaknya masuk ke ruang tengah yang penuh dengan sofa dan berkarpet tebal itu.
“Kamu ngapain sih ngikutin kita?” tanya Meiko membuka pembicaraan.
“Ngg.., iseng saja..” jawabku santai.
“Oh iseng.., kalau gitu sekarang gantian kita dong ngisengin kamu. Sekarang aku nggak mau tau, kamu berdiri dan buka pakaianmu..,” kata Meiko lagi yang membuatku kaget setengah mati.
Tapi karena penasaran, kuikuti saja kemauannya dengan membuka satu persatu pakainku dan tinggal kusisakan celana dalam hitamku.

“Tunggu apalagi..? Ayo lepas semua! Nggak usah malu deh, nggak ada siapa-siapa lagi di sini,” katanya lagi waktu ku celingukan ke sekeliling ruangan.
Kutarik pelan-pelan ke bawah celana dalamku hingga aku menjadi bugil total. Kulihat mereka yang tenang duduk di sofa menatap ke arah penisku yang masih belum bangun. Tiba-tiba Meiko berdiri menghampiriku, dan menyuruhku berlutut di depannya. Aku mulai merasakan ada sensasi tersendiri dengan mengikuti perintahnya. Kelakianku mulai bangkit, apalagi dengan memandang kemulusan batang kaki belalang Meiko yang berada persis di depanku.

“Baru liat kakiku aja udah tegang tuh burung.., apalagi suruh ngeraba. Ayoh coba elus-elus kakiku..!” perintah Meiko lagi.
Aku segera menuruti perintahnya dengan meraba sepanjang kakinya yang putih mulus itu, dari mulai mata kakinya terus ke atas hingga ke paha di bawah rok mininya.
“Eh, alus juga nih maennya,” kata Meiko lagi sambil menarik tanganku dari pahanya.

Tiba-tiba Meiko bergerak mengambil dasiku, menarik kedua tanganku ke belakang, dan mengikatnya erat-erat. Dengan terus berlutut dan tangan terikat, aku menyadari bahwa aku sudah seperti tawanan perang, namun justru membuatku makin penasaran untuk mengikuti permainannya. Benar saja, Meiko kembali berdiri di depanku dan memberi perintah lanjutan.
“Sekarang nggak ada lagi tangan.., pakai bibir dan lidahmu..!” kata Meiko sambil menarik kepalaku lebih dekat lagi ke kakinya.
Langsung kutelusuri keindahan kakinya, mulai lagi dari atas sepatunya terus naik ke atas dengan bibirku.

Kulitnya yang putih mulus dan berambut halus itu benar-benar merangsangku, apalagi masih terasa harum bekas cream pelembut walaupun sudah seharian di kantor. Kupagut-pagut betisnya yang indah, terus naik ke belakang lututnya yang sempat membuatnya menggeliat kegelian. Desahannya pun mulai terdengar waktu bibirku sampai ke pahanya yang padat tapi lembut itu. Meiko bikin kejutan lagi, kali ini sebelah kakinya dinaikkan ke atas meja pendek di sebelahnya. Otomatis rok mininya makin tersingkap hingga jelas kulihat cd-nya mengintip di hadapanku. Tangannya kembali menekan kepalaku ke arah pahanya dan ditahannya waktu bibirku mencapai paha bagian dalamnya, minta bibir dan lidahku mengusap dan menyapu kehalusan kulitnya.

Pinggulnya makin menggeliat waktu kepalaku makin masuk ke rok mininya, dan kukecup halus cd bagian depan tepat di depan vaginanya yang ternyata sudah basah itu.
“Tarik cd-ku dengan gigimu, cepet..!” pintanya sambil menurunkan kakinya ke bawah lagi agar cd-nya dapat kutarik dengan mulus.
Begitu lepas, kali ini Meiko makin bernafsu menaikkan kakinya lebih lebar lagi, dan kepalaku ditarik serta dibenamkannya di selangkangannya walaupun masih mengenakan rok. Aroma khas vaginanya makin membuatku bernafsu untuk menyapu dan menjilati semua permukaannya. Meiko makin menggelinjang tak beraturan waktu kutusukkan lidahku di lubang vaginanya yang kuvariasi dengan sentuhan dan hisapan halus di klitorisnya.

“Jangan berhenti.., ayo lebih cepet lagi.., aah.., agh.. agghhh..!” teriak Meiko sambil menjambak rambutku kencang dan menekannya ke arah vaginanya yang makin membanjir dengan cairan segar.
Dikatupkannya pahanya kemudian dan membiarkan wajahku sesaat di selangkangannya untuk merasakan denyutan-denyutan orgasmenya.
“Van.., giliran kamu nih..!” kata Meiko ke sahabatnya yang dari tadi duduk di sofa memperhatikan permainan kami.
Vana yang berwajah melankolis itu lalu menyuruhku duduk di sampingnya.

Dengan tangan masih terikat ke belakang, aku duduk di samping Vana yang tiba-tiba bergerak memutar menghadap ke arahku dengan posisi berlutut, sehingga posisi pahaku berada di antara kedua pahanya. Posisi menantangnya ini membuat jantungku berdebar, apalagi waktu Vana membuka pelan-pelan blazer dan baju dalamnya dengan gerakan erotis di hadapanku. Terakhir dibukanya BH mininya dan dilemparnya ke karpet, lalu ditegakkannya badannya, sehingga buah dadanya yang bulat padat itu makin menjulang sempurna persis di depan wajahku.

Belum habis aku menatap keranuman buah dadanya, aku dikejutkan dengan dorongan buah dadanya ke depan, sehingga wajahku terbenam di belahan dadanya. Harum badannya yang bercampur keringat menambah nafsuku untuk menghirup seluruh jengkal kulitnya yang mulus, walaupun terkadang sulit bernafas karena dekapannya yang kuat. Waktu wajahku kumiringkan mencari putingnya, Vana malah memiringkan badannya dan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, sehingga wajahku berada tepat di ketiak kanannya.

“Ayo ciumin ini dulu,” kata Vana.
Rupanya di situ juga salah satu area sensitifnya, dan aku dengan senang hati melaksanakan perintahnya. Memang aroma khas di ketiaknya yang alami itu membuatku semakin buas mencium dan menjilatinya. Vana pun mendesah dan menggelinjang kenikmatan. Setelah ketiak kirinya kulumat juga, Vana meluruskan kedua tangannya ke depan dan menumpukan ujung tangannya pada bagian atas sandaran sofa. Wajahku kini tak berjarak lagi dengan buah dadanya. Digesek-gesekkannya putingnya yang merah muda mengeras itu ke wajahku.

“Tunggu apa lagi..? Jilat putingku..!” perintah Vana sambil menyelipkan putingnya di bibirku.
Tak kusia-siakan perintahnya ini yang bukan saja kujilat-jilat dengan buas, tapi juga kugigit-gigit kecil dan kuhisap serta kukemot-kemot dengan penuh nafsu. Vana makin menggeliat hebat merasakan jilatan lidahku di seluruh permukaan buah dadanya yang semakin licin oleh keringatnya itu.

Setelah cukup lama bibirku dipaksa menikmati kemontokan buah dada Vana, terdengar suara Meiko menyuruhku untuk turun dari sofa dan berbaring di karpet dengan posisi kepalaku berada di depan sofa. Sebelum aku turun, Vana sempat melepas ikatanku dan juga melepas rok mini dan cd-nya. Juga kulihat sesaat Meiko sudah tidak mengenakan apa-apa lagi di tubuhnya. Penisku makin menjulang tinggi melihat tubuh-tubuh bugil mereka yang sempurna itu.

Walaupun tanganku telah bebas, namun kedua tanganku tetap telentang tak berdaya karena telapak tanganku ditekan oleh kedua kaki Vana sambil duduk di sofa. Ketidak berdayaanku ini dimanfaatkan oleh Meiko yang maju dan merundukkan badannya, sehingga membuat buah dadanya menggelantung tepat di atas wajahku. Meiko kemudian membuatku gelagapan dengan menekan buah dadanya yang bulat padat itu ke wajahku. Seperti ke Vana, aku terus disuruhnya melumat, menjilat dan menghisap putingnya bergantian sambil sesekali menindihkan buah dadanya di wajahku.

Setelah kedua bukitnya basah kuyup oleh cairan lidahku yang bercampur dengan keringatnya, Meiko membuat kejutan lagi dengan mundur hingga kepalanya tepat berada di atas penisku yang berdiri tegak bak tugu itu. Sesaat kemudian amblaslah penisku ke dalam mulut sensual Meiko.
“Aaahh..,” rintihku merasakan lembutnya bibir dan rongga mulut Meiko.
Namun rintihanku hanya sekejap, karena tanpa diduga telapak kaki Vana sudah pindah dari tanganku ke wajahku, sehingga ujung jari-jari kakinya seperti membungkam mulutku. Perlakuannya ini malah membuat darahku semakin berdesir merasakan sensasi yang hebat, apalagi Vana memintaku untuk menciumi kakinya yang bersih mulus dan berkulit lembut itu sambil menggosok-gosokkannya di wajahku.

Nafsuku kian menjadi merasakan aroma khas kakinya. Kuhirup dan kuciumi telapak kaki dan ujung jari kakinya dari bawah yang membuatnya kenikmatan.
“Buka mulutmu dan isep jari-jariku..!” perintah Vana sambil memasukkan jari-jari kakinya yang mungil itu dengan menjulurkannya ke mulutku.
Mulailah kuhisap satu persatu jari-jari kakinya sambil memainkan lidahku di sela-selanya. Kaki Vana mulai meronta kegelian, namun tetap kutahan dengan tanganku untuk tetap bertahan di mulut dan wajahku.

Konsentrasiku ke kaki Vana memang terkadang buyar karena perlakuan Meiko yang semakin liar melumat penisku, apalagi waktu kurasakan gelitikan lidah dan hisapan mulutnya di kepala penisku. Kadang-kadang aku imbangi juga naik turun kepalanya dengan goyangan-goyangan pinggulku. Beberapa saat kemudian, mereka seperti kompak berganti posisi yang semakin menggila. Meiko jongkok di atas penisku, dan Vana turun dari sofa langsung berlutut mengangkangkan pahanya tepat di atas wajahku. Penisku yang tegak kemudian terbenam di lubang vagina Meiko, dan vagina Vana dibenamkannya di mulutku.
Bacaan sex top: Cerita Dewasa Persetubuhan Gadis Indo Sama Bule
Goyangan dan naik turunnya pinggul-pinggul mereka membuat sensasi yang luar biasa buatku. Desahan dan rintihan kenikmatan mereka yang bersamaan makin membuatku bertambah ganas. Pinggulku ikut menyodok-nyodok ke atas mengimbangi putaran-putaran pinggul Meiko. Sementara di atas, kusapukan lidahku memanjang dari vagina dan belahan pantatnya. Kadang ujung lidahku kuputar-putar di anusnya, kadang di seputar klitorisnya. Tubuh Vana menggeliat-geliat dibuatnya, apalagi kuikuti dengan naiknya tanganku ke atas meremas-remas buah dadanya.

Gerakan tubuh mereka semakin binal dan semakin menjadi di atas tubuhku bak pemain rodeo.
Tubuh Meiko naik turun dengan cepat yang diikuti oleh Vana begitu merasakan lidahku kutegangkan memasuki lubang vaginanya, sampai akhirnya terdengar teriakan mereka, “Aaah.. aaah.. aaaghhh..,” bersamaan dengan menegangnya tubuh-tubuh mereka.
Cairan pun ada dimana-mana, di penisku maupun di wajahku hasil kerja keras mereka.

Setelah beristirahat sebentar, Vana yang belum melaksanakan ml-nya memaksaku memasukkan penisku dari belakang dengan posisi doggy style, dan sementara aku berlutut. Meiko yang masih ingin mengerjaiku, berdiri mengangkang di atas pinggul Vana, membenamkan kembali wajahku ke selangkangannya untuk menjilati lagi vaginanya. - Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.



Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Dewasa Persetubuhan Gadis Indo Sama Bule

Cerita Dewasa Persetubuhan Gadis Indo Sama Bule - Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa 2016 Pesta Sex Pasutri IndoCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Sebut saja namaku Tina, sudah setahun lebih ini aku pindah sekolah ke luar negeri, tepatnya di New York Amerika Serikat. Hidup di New York bersama abang memang cukup nikmat, paling tidak di sekitar apartemen kami lokasinya aman dan bersahabat, dan tidak perlu khawatir jika kebetulan aku jalan sendirian di malam hari. Sekolahku adalah SMA publik, dan murid-muridnya keren-keren, datang dari berbagai ras.

Koleksi Cerita Porno 2016 Gadis Indo Dengan Bule
cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Gadis IGO Bispak Bugil Terhot
Cerita Sex Terbaru 2016 | Hari-hariku biasanya diisi dengan sekolah, pergi ke tempat-tempat nongkrong anak SMA, biasanya toko Fast Food, kerja sambilan sebagai pelayan di restoran Oriental dekat rumahku (yang kadang-kadang juga tempat nongkrong anak-anak seusiaku), kerja sukarela sebagai pengawas perpustakaan, serta kegiatan ekstrakulikulerku sebagai anggota klub sepakbola wanita dan kelompok drama. Ada beberapa anak dari Indonesia juga di SMA-ku, hanya aku jarang bertemu dengan mereka di sekolah.

Baru-baru ini kelompok drama sekolahku mengadakan kunjungan wisata ke Ibukota di Washington DC. Seorang gadis baru bernama Cintya baru saja mengikuti kegiatan ini. Aku sebenarnya sudah beberapa kali melihat Cintya di sekitar sekolah dan sudah lama merasa cukup iri dengan kakinya yang panjang serta matanya yang tajam dan seolah selalu penuh gairah. Cintya adalah seorang Latina, sebab kedua orangtuanya berasal dari Puerto Rico.

Saat pertama kali kulihat Cintya di sekolah, aku jadi teringat dengan acara-acara TV minggu siang yang sering disaksikan oleh pembantu dan supir di tempat kostku dulu di Bandung seperti Maria Mercedes dan sebangsanya. Nah, saat perjalanan wisata ke Washington di atas bis dan kebetulan duduk sebangku, kami berdua segera menjalin persahabatan baru. Bercakap-cakap dengan Cintya benar-benar menarik sebab dia benar-benar supel dan pintar berbicara.

Cerita Ngentot | Di tengah diskusi mengenai simpatinya terhadap kondisi Indonesia, kusempatkan diriku untuk mengamati rupa teman baruku. Sepertiku, Cintya berbadan semampai. Rambut lurus dan alisnya berwarna coklat muda, rambutnya sedikit lebih panjang dan kulit Cintya jauh lebih pucat dari kulitku yang kuning. Bibirnya yang berbentuk mungil berwarna merah muda dengan hanya polesan sedikit lipstik saja dan bergerak-gerak secara menawan saat Cintya berbicara dengan logat latinnya yang nikmat didengar.

Seperti murid-murid keturunan Spanyol lainnya di sekolahku, gaya berpakaian Cintya benar-benar santai, seperti celana pendek, dan kaos oblong tangan panjang, namun potongan depannya pendek yang berakhir di atas bagian pusar, sehingga dadanya yang membusung membuatnya tampil benar-benar feminin dan eksotik. Kaus kaki Miki Tikus warna putih menutupi sebagian betis Cintya, sepatunya model santai seperti Converse, dan Cintya mengenakan seuntai kalung perak sebagai aksesoris.

Sementara telinganya ditindik tiga dengan giwang-giwang kecil diatur artistik. Namun yang bikin aku benar-benar seperti terhipnotis adalah tatapan mata biru jernih Cintya yang menyorot tajam, mengundang, dan benar-benar hidup. Jika ada yang mengamati, mungkin kami berdua akan tampak cukup menarik sebab aku sendiri menjaga penampilanku cukup konservatif walaupun di Indonesia mungkin lumrah saja melihat gadis remaja delapan belas tahun mengenakan turtle neck, rompi dan rok selutut dan rambut kuncir kuda.

Tak lama setelah kami mulai berbicara, hilanglah sudah minatku terhadap kunjungan wisata ini. Sementara waktu berlalu, kami mulai saling menyentuh tangan atau kaki satu dengan lainnya saat ingin menekankan apa yang kami bicarakan. Sentuhan-sentuhan yang mulanya tanpa niat apapun ini lama-lama mulai menelantarkan diri, sampai akhirnya, kami mulai berbicara mengenai seks. Kami saling bertukar pengalaman, dan aku benar-benar terpesona oleh perbedaan kebudayaan dan latar belakang kami berdua.

Kata Cintya, dalam masyarakat Hispanik (ras keturunan campuran Spanyol dengan penduduk asli Amerika) sudahlah menjadi standar bagi remaja mereka untuk kehilangan keperawanan atau keperjakaan pada umur sekitar 15 tahun. Setahun di Amerika, banyak pandangan mengenai seks dan hubungan romantis yang dulu kupunyai di Indonesia berubah menjadi sedikit lebih santai. Walaupun aku masih belum sampai sejauh bersanggama, pacarku di sini kadang-kadang menelusuri bagian-bagian tubuhku yang tadinya kuputuskan ‘off-limit’ bagi pacar.

Biar bagaimanapun, toh aku masih orang Timur. Di kota seperti New York, walaupun kebudayaan Barat lebih toleran terhadap hubungan kelamin pranikah, toh umumnya remaja hanya berhubungan dengan satu pasangan saja sekitar paling tidak enam bulan, mungkin karena kewaspadaan terhadap penyakit. Mendengar penjelasanku mengenai norma masyarakat di Indonesia, Cintya mengangguk-angguk, dan menyatakan bahwa pandangan seperti itu ada baiknya juga.

Dia pun kemudian mulai bercerita mengenai pengalaman-pengalaman masa lalunya, sentuhan-sentuhan nyasar kami semakin sering. Kami mulai saling menggoda secara fisik, dan sebelum bis kami bergulir memasuki batas kota Washington DC setelah hampir seharian perjalanan, hanya ada satu hal dalam benakku: untuk berhubungan intim dengan Cintya. Saat memasuki hotel, kami mengatur untuk membagi ruangan yang sama. Senja itu, kami berkeliling dan melihat tempat-tempat bersejarah terkenal.

Selesai mandi dan makan malam, bersama sekelompok dari murid-murid, aku dan Cintya pergi menyaksikkan sebuah film berjudul “Scream”. Ketika di layar ditunjukkan sebuah bagian film yang menakutkan, kami berdua saling berpegangan tangan dan Cintya memelukku erat. Selesai bagian tersebut, Cintya meletakkan tanganku ke pahanya yang tak tertutup. Kami berdua kebetulan memakai rok pendek, dan beberapa menit kemudian Cintya mencoba merubah sikap duduk dan merenggangkan kakinya, serta membimbing tanganku di antara kedua kakinya.

Lalu ia bergerak dan secara perlahan mengusapkan tangannya ke bagian dalam pahaku. Kulepaskan pekikan kecil ketika Cintya menemukan apa yang diinginkannya. Sementara kami berpura-pura menonton film, kumain-mainkan rabaanku di celana dalam bagian depan milik Cintya sampai kubuat dia basah sementara ujung jarinya bergeser naik dan turun di bagian yang sama dari celana dalam milikku, mendorong kain yang tipis itu ke dalamku. Tidak mengambil waktu lama sebelum kami berdua mulai saling mencari satu sama lain.

Kami mulai bernafas kencang dan berat, dan tak bisa disangkal lagi, di udara mulailah muncul bau kewanitaan basah yang cukup jelas tercium. Salah seorang gadis satu sekolahku duduk di deretan belakang kami. Ia menggeser diri di antara bahu kami dan berbisik,

“Kalian berdua merpati cinta sebaiknya mulai berhenti sebelum semua orang mulai menonton kamu dan bukan film ini!” Gadis itu betul, kami benar-benar mulai terbawa situasi.

Secara ogah-ogahan kami pun berhenti. Pada menit yang sama Cintya menarik jarinya keluar dariku, kusadari bahwa aku benar-benar menginginkannya kembali di dalamku. Setelah mengatur nafas, Cintya mendekatiku dan berbisik,

“Nanti!”
“Aku tak sabar menunggu”, bisikku balik, sedangkan hidungku menghirup aroma intim Cintya yang membalut jariku.

Kujilat bersih jariku dan kugenggam tangan Cintya sampai pertunjukan berakhir. Pada saat itu aku sudah benar-benar menjadi terangsang, sisa film yang kami tonton itu tidak ada yang kuingat barang sedikit pun. Kembali ke hotel, kami praktis berlari ke kamar kami, benar-benar tak sabar untuk melanjutkan perbuatan yang terpaksa kami tinggalkan. Bergegas-gegas aku berganti mengenakan kimono katun tidurku yang berwarna gelap dengan corak tradisional Flores sementara Cintya menanggalkan kaos oblong dan rok pendeknya.

Baru kusadari bahwa selama ini Cintya tidak mengenakan bra. Sementara aku bengong menatapi dada Cintya yang betul-betul mulus dan berbentuk sempurna, Cintya memuji keindahan corak kimono katunku dan memintaku untuk membawa oleh-oleh seperti itu jika aku kembali dari Indonesia. Kutunjukkan sebuah cincin yang kubeli dari toko suvenir Indonesia di dekat kedutaan sore hari itu pada Cintya. Direbutnya cincin itu dan dia berkata,

“Hahah.. dapat!”
“Hey, kembalikan!” Kukejar Cintya mengitari ruangan sampai akhirnya kutangkap dia di pojokan.

Tiba-tiba dibalikkan badannya dan di mukanya muncul raut nakal sementara tangannya bertolak pinggang.

“Mana cincinnya?” tanyaku.
“Entah. Coba saja periksa sendiri”, kata Cintya sambil menunjukkan kedua telapak tangannya yang kosong sambil tertawa-tawa kecil.

Karena Cintya saat itu bertelanjang kecuali untuk celana dalam model bikininya, hanya ada satu tempat untuk mencari.

“Kamu ini benar-benar nakal”, seruku sambil menatap matanya yang bersinar-sinar bandel, benar-benar menikmati permainan kecil kami.

Pandanganku menyapu wajahnya yang karena berkeringat dan merona merah terlihat benar-benar spektakuler, dengan ujung hidungnya yang runcing dan lesung pipitnya yang molek. Lalu kuturunkan pandangan melewati lehernya yang jenjang, dan dadanya yang naik turun. Sedikit gerah setelah berlarian dalam kamar hotel yang bertemperatur sejuk itu membuat puting Cintya yang berwarna merah muda segar menegak penuh. Kutatap kembali wajahnya sementara kutautkan jariku ke bagian atas celana dalamnya, menarik tali elastis di situ sampai nampak rambut-rambut lembut lurus kecoklatan berjarang-jarang di bawah pusar Cintya.

“Di bawah situ, mungkin?” tanyaku.
“silakan mancing ikan.” Cintya melangkah mendekati, cukup dekat untuk membuat dada kami bergesekan.

Perlahan kugerakkan tanganku lebih jauh ke bagian bawah dari perut Cintya yang betul-betul rata dengan sedikit lengkungan feminin dan menyelipkannya ke balik celana dalam Cintya. Ujung-ujung jariku menyentuh rambut-rambut lembutnya dan gelitikan lembutku membuat postur berdirinya lemas, menengadah dan mendesah.

“Apakah ini cukup hangat?” tanyaku.
“Betul, betul.” Dipejamkannya kedua mata dan kepalanya semakin menengadah saat jari-jariku bergeser lebih jauh ke bawah sampai seluruh permukaan kelamin Cintya terlindung oleh telapak tanganku.

Ia masih cukup lembab hasil dari perbuatan kami di cinema. Cincinku yang hilang tentu saja tersembunyi di celana dalamnya, namun aku tetap berpura-pura mencari-cari benda tersebut.

“Dimana, sih cincin ini?” Kunikmati reaksinya terhadap sentuhanku, kudorong selangkangannya ke dalam telapak tanganku. “Sepertinya perlu diselidiki lebih dalam, nih..” godaku.
“Lebih dalam lebih baik”, Cintya menyahut sambil mengerang.

Kubiarkan jemariku menerobos lipatan-lipatan lembutnya dan segera kurasakan sumber kebasahannya.

“Mungkin bersembunyi di sini”, lanjut godaanku.

Kedua dada kami saling menekan dan mulut kami hanya terpisah jarak seinci. Benar-benar kuingin menciumnya, dan kurasakan badanku bergetar, tak pernah dalam hidupku aku sedekat ini dengan seorang gadis lain. Tapi kuputuskan untuk memperlambat permainan kecil ini,

“Itu sih terlalu mudah”, kata Cintya.
“Perlu cari tempat persembunyian yang lebih bagus, nih.”
“Contohnya dimana?” kataku sambil menyengir lebar.
“Kira-kira berapa panjang lidahmu?” tanyanya. Kuleletkan lidahku.
“Kira-kira sejauh itu dalam memek saya”, katanya dan kami berdua tertawa keras.
“Cintya, kamu ini benar-benar mesum. Kamu bakal menjadikan kita berdua sepasang lesbian lipstik!” Secara lembut diremasnya bagian dada kimonoku, dan dibisikannya,
“Oh, kau pikir itu benar-benar hal yang jelek? Akui saja Tina, kau sebetulnya benar-benar ingin mencobanya, kan?” Bisa kurasakan kehangatan nafasnya menghembus wajahku saat kami berdua saling bertukar pandang.
“Well..” Ujarku malu-malu, bermain ’susah dijerat’.
“Sepertinya sih sudah pernah kupikir hubungan lesbian mungkin satu atau dua kali.”
“Biar bagaimanapun”, kata Cintya,
“Semua orang tahu bahwa adalah wajar bagi cewek-cewek untuk bereksperimen satu sama lain. Di samping itu, hampir semua cewek yang saya kenal melakukannya setiap waktu. Tahu tidak?” ujarnya sambil mempelajari rautku.
“Apa?” kataku
“Kau benar-benar cantik. Unik. Kau punya mata yang hitam benar-benar menarik. Apalagi kau datang dari tradisi yang cukup kekolotan. Bikin kau lebih mengundang. mm.. apakah rata-rata cewek Indonesia payudaranya langsing seperti ini?”
“Uh, iya”, kataku, tak sadar kulonggarkan tali pinggang kimonoku, mengakibatkan terbukanya bagian dadaku.

Perlahan Cintya memijit kedua puting payudaraku, dan kurasakan memanasnya di bagian antara kedua pahaku.

“Toh lagi pula kita berdua perempuan, jadi nggak mungkin hamil. Sama seperti kegiatan menggesek memek sendiri..” lanjut Cintya.

Cintya memperkeras pijitannya, dan napasku mengencang, kuhirup udara dengan tersendat-sendat, sementara untuk berdiri tegak aku mulai tak mampu.

“Oh, kalau masturbasi, sih, aku benar-benar suka”, kataku.
“Bagus, sebab dengan cewek lain, masturbasi jadi jauuh lebih menarik dibanding sendirian.” Disambarnya ikat pinggang kimonoku yang sudah memang longgar, menjadikan seluruh tubuhku terekspos.

Dengan penuh gairah dirangkulnya pinggangku sementara kakiku menggeser, menyentuh langsung selangkangan Cintya yang lembab. Tangan Cintya mulai melingkar, menjelajahi bagian belakangku. Diiringi senyum nakalnya, Cintya menarik bagian belakang celana dalamku, membuat bagian selangkangan celana dalamku menjadi tertarik lebih ke dalam. Tekanan yang dirasakan oleh klitorisku yang mulai membengkak hampir membuatku orgasme di tempat, sementara kurasakan kedua badan kami seolah meleleh, bercampur satu sama lain.

Tak lama kemudian Cintya memasukkan lidahnya ke dalam mulutku, dan kulumat dengan erat lidah kekasihku yang baru ini.

“Masih ingin main sembunyi cincin?” tanya Cintya menggoda.
“***** the ring!” (Persetan dengan cincin itu!) semburku sementara tanganku kembali menyelinap ke dalam celana dalamnya.
“I’d rather you ***** me instead”, sahut Cintya, suaranya menyerak seksi, nafasnya panas di telingaku.
“Lalu tunggu apa lagi?” kataku sembari meraih tangannya.

Kami pindah ke sebelah ranjang dan menanggalkan apa yang tersisa di badan kami (kecuali celana dalamku). Cintya benar-benar terangsang, cairan-cairan kelembaban mulai menetes dan bergulir di pahanya. Seluruh tubuhku mulai bergetar penuh antisipasi, terlebih saat kubayangkan betapa lezatnya jika kuletakkan kepalaku di antara kedua pahanya. Cintya naik ke atas ranjang dan menyandarkan diri ke dinding. Lalu dengan kedua jarinya dipisahkannya kedua bibir memeknya, dan dengan penuh nafsu kusaksikan jarinya yang lain menerobos masuk.

Setelah mengaduk-ngaduk beberapa saat jari lentiknya benar-benar basah, dan Cintya mengeluarkan jarinya, mengacungkannya di depan mukaku, membuat isyarat ‘mendekatlah’.

“Ayo, kita bersenang-senang malam ini”, undang Cintya seraya mengangkat kaki kirinya ke dekat wajahku dan memain-mainkan jemari kakinya yang mungil.

Ketika kutanggalkan celana dalamku, kusadari bahwa bagian selangkangan celana dalamku ternyata sudah kuyup. Tadinya hendak kulempar begitu saja celana dalamku itu, namun Cintya berseru,

“Tunggu Tina, kesinikan kau punya celana dalam itu!” Kulemparkan celana dalamku, dan segera setelah menyambutnya Cintya mendekatkan celana dalam itu ke hidung mancungnya sembari menghirup dalam-dalam aroma sekresi kewanitaanku.
“Oooh, bau kamu betul-betul sedap!”
“Memangnya sudah kebiasaanmu, yah, menciumi celana dalam milik cewek lain?” tanyaku seraya tersenyum lebar.
“Oh, cuma mereka-mereka yang bakal saya entot”, katanya sambil mengedipkan sebelah mata.

Cintya mengusap-usapkan bagian selangkangan celana dalamku yang basah kuyup ke hidung dan mulutnya sementara matanya mengawasiku, yang mulai mengecupi jari-jari kakinya. Kususupkan lidahku di antara setiap jari, kukulum, dan Cintya mulai tertawa-tawa geli campur nafsu. Lalu mulailah kutelusuri kakinya yang panjang dengan bibirku, dan berhenti ketika aku sampai di bagian dalam pahanya. Kujilat, kukecup, dan kugigit lembut kulitnya yang putih mulus.

Ya ampun, Cintya betul-betul lembut! Kuciumkan kecupan-kecupan kecil mengitari kelaminnya, dan dengan susah payah kutekan keinginanku untuk langsung menyelami kelamin Cintya dengan mulutku. Dalam pikiranku, Cintya adalah perempuan pertama dalam hidupku yang kujilat kemaluannya, maka ada baiknya kupastikan bahwa kami berdua benar-benar terangsang dulu sebelum kukubur mukaku di selangkangannya. Aku bergerak mendekati mulutnya.

“Aku benar-benar butuh kamu”, kataku.

Cintya melingkarkan tangannya dan kami pun French kissed. Lalu Cintya perlahan mengangkatku, memposisikan kedua susuku di depan wajahnya. Dikulumnya salah satu puting susuku di antara kedua bibirnya dan mulutnya yang hangat menyedoti putingku, mengirimkan gelombang-gelombang kenikmatan ke seluruh tubuhku.

“Saya punya ide”, katanya sambil terus menjilati.
“Bagaimana kalau kita bolos saja dan tidak usah ikut tur besok? Kita bisa mengunci diri di kamar ini dan berasyik-asyikan seharian penuh.” Untuk membujukku, Cintya menyelipkan tangannya di antara pahaku dan mulai mengusap-usap celahku.

Kusongsongkan pinggulku menyambut dua jari Cintya ke dalamku. Ia melanjutkan menghisap payudaraku sekaligus jarinya menjalari vulvaku, sedangkan aku hanya mendesah-desah mendorong-dorongkan kemaluanku menyongsong tangannya. Kupejamkan mata dan kurasakan cairan kental kewanitaanku menyemprot keluar saat ujung-ujung jari Cintya menjepit klitorisku. Orgasme yang kurasakan betul-betul intens, sumpah mati saat itu aku menyaksikan bintang-bintang.

“Kalau kita tinggal di ranjang sepanjang hari”, ujarku setelah pada akhirnya berhasil mengatur napas kembali,

“Kapan kita makan?”
“Kalau kamu lapar, kamu bisa lahap memek saya saja.” jawab Cintya,
“Ah, kamu ini memang benar-benar nakal!” seruku dan kami berdua pun tertawa-tawa.

Kemudian aku pun kembali menciumi tubuhnya, menelusur kembali ke bagian bawah. Harum keringatnya membalut badannya, dan aku benar-benar menikmati rasa keasin-asinan leher dan celah dadanya. Puting payudaranya yang merah segar berbeda dengan milikku yang berwarna coklat, dan saat kusedot kedua pentilnya, warna mereka berubah menjadi gelap dan mengeras. Puting dada Cintya terlihat persis seperti karet penghapus merah di ujung sebuah pensil, dan tampak kecil dibanding ukuran dadanya yang paling tidak 36C. Pentilku sendiri kira-kira sebesar uang 25 logam, dan menurutku pas untuk ukuran 32B-ku.

Kurasakan kedua ujung dadaku mulai menegak karena bersentuhan dengan perut lembut temanku ini. Cintya merangkapkan kakinya mengitari pinggangku, dan menyodor-nyodorkan selangkangannya, klitorisnya berusaha mendapatkan sebanyak mungkin gesekan.

“Ya ampun. Tina, kamu betul-betul membuat saya senewen”, kata Cintya terengah-engah.

Cintya mencoba menurunkan tangannya untuk mengelus-elus kelentitnya sendiri, tapi segera kucegah.

“Sabar”, kataku.
“Yang satu itu akan kutangani sebentar lagi.”
“Saya benar-benar perlu kau ewe sekarang”, mohonnya.
“Jangan terlalu terburu-buru”, balasku seraya menyembulkan lidahku ke dalam pusar Cintya, dan meninggalkan kecupan-kecupan basah menuruni perutnya.

Cintya mengangkat pantatnya mencoba membimbing mulutku ke arah gerbang perempuannya.

“Eat me, please!” jeritnya tak sabar.

Kurebahkan diri di antara kedua paha Cintya, kugunakan tanganku untuk membuka lebar labianya. Kugunakan hidungku untuk membelah lipatan kelaminnya dan menghirup dalam-dalam. Keharuman kelamin Cintya menyengat inderaku. Aromanya jauh lebih terasa dibandingkan dengan bau cairanku sendiri. Bibir dalam dari kemaluan Cintya yang berwarna merah muda menyelinap keluar, dan sekresi kewanitaannya menjadikan bibir tersebut benar-benar kontras dengan bibir luar kemaluannya yang berwarna merah gelap.

Lalu perlahan kutarik kulit pelindung kelentitnya, menjadikan klitorisnya yang bengkak mencuat keluar, dan kucolek dengan menggunakan jari telunjuk.

“Kau ini benar-benar centil tukang goda. Saya benci, deh”, rintih Cintya.
“Pembohong”, sahutku.

Kelentitnya betul-betul keras dan tegang, dan berdetak kencang saat kusentuh. Kutiup tonjolan ini, dan pinggul Cintya terangkat, menyambut mulutku. Ia benar-benar basah, dan kuusapkan seluruh wajahku di sekujur kelaminnya. Pipi, hidung dan mulutku berlumuran cairan hangatnya.

“Tina, please”, minta Cintya, jemari tangannya menelusuri rambut kepalaku.
“Memek saya butuh sekali.” Akhirnya kuputuskan untuk memenuhi.

Menarik napas panjang, kupejamkan kedua mataku. Lidahku menelusur sepanjang garis celah kelamin Cintya. Bibir-bibir lembut Cintya membuka dan kukecup tempat paling rahasia di dunia, surga kecil di belahan paha seorang gadis. Kucicipi sari memek Cintya, dan rasanya ternyata lebih manis lagi daripada aromanya. Kurenggangkan pahanya lebar-lebar dan kucelupkan lidahku ke dalam lubang kecil merah muda yang hangat dan lembab milik temanku.

Dinding-dinding manis kemaluannya bergerak-gerak membuka dan menutup, menjerat lidahku erat-erat. Aku menyedot dan menjilat bagaikan hidup matiku bergantung kepadanya, memberikan Cintya orgasme terhebat yang pernah dia alami. Mengunyah kelamin Cintya adalah mungkin hal paling erotis

Aku benar-benar tersapu oleh kenikmatan terlarang dari berhubungan intim dengan seorang gadis dan saat itu kuputuskan bahwa seks dengan lelaki jatuh ke nomor tiga dalam urutan orgasmeku, setelah memakan memek dan masturbasi. Cintya sudah hampir sampai di puncak ketika kuperintahkan,

“Berbaliklah, aku ingin jilat pantatmu.” Cintya segera menurut dan tak lama kemudan aku menyaksikan kelaminnya yang indah dari belakang, seluruh bagian kemaluannya merebak, dan sari-sarinya menetes berjatuhan.

Seperti seekor anjing, kuendus-endus Cintya dari belakang. Kukecup gundukan-gundukan padat milik temanku, lalu kulebarkan keduanya, dan kujilat pertengahannya dari atas ke bawah. Campuran dari keringatnya yang keasinan, sirup liang surganya yang manis, dan rasa keasaman dari anusnya adalah rangsangan yang tak ada duanya. Kuselipkan kembali lidahku ke dalam kemaluannya, dan kumasukkan ujung hidungku ke celah pantatnya yang terlihat berkerut. Menjilat habis Cintya memberikanku dorongan yang kuat, namun juga terasa sungguh lembut dan manis, sungguh feminin.

Susah kubayangkan sesuatu yang lebih indah dari dua wanita saling bercinta. Saat itu kutemukan rahasia cinta-wanita dan aku pun ketagihan, rasanya ingin merangkak ke dalam celah milik kawanku ini dan tinggal di situ selamanya. Sementara kulumat dengan ganasnya, kumasukkan jari tengahku ke dalam memekku sendiri. Lalu dengan mulut penuh menampung air liurku dan cairan sekresinya kubasahi anus Cintya. Perlahan jari tengahku yang basah terbalut pelumasku sendiri kudorong melalui kerutan lubang pantatnya yang mungil.

Cintya terasa benar-benar hangat dan lembut di dalam dan aku bisa merasakan otot-ototnya berkontraksi untuk menahan jariku di situ. Kudengar partnerku mengerang-erang dalam bahasa Spanyol yang walaupun tak kumengerti namun ekspresi universal seorang gadis di ambang orgasme bisa kupahami. Cintya menutupi mukanya dengan sebuah bantal dan tak bisa berhenti merintihkan jeritan-jeritan kenikmatan.

“aah, Dios Mio!” serunya ketika jari-jariku yang lain bergulir di klitorisnya.

Dielus, dijepit, dan diperah seperti itu membuat kelentit Cintya menjadi betul-betul sensitif. Mengetahui bahwa kami berdua benar-benar dekat dengan puncak, Cintya dengan cepat melempar bantal yang menutupi mukanya, dan mengerang,

“Seb.. sebentar.” Kuhentikan gerakanku dan didorongnya tubuhku, menjadikanku telentang di ranjang dengan kedua kakiku terkangkang lebar.

Dengan gerakan cepat tangan kiri Cintya meraih pergelangan kaki kiriku dan mengangkat, meletakkan kakiku di pundaknya sementara dengan tangan kanannya mendorong lutut kananku, melebarkan labiaku. Memposisikan bagian bawah dari tubuh langsingnya di antara kedua pahaku, Cintya berkata,

“Itilku dan itilmu.” Dengan dua jari kutarik ke atas kulit depan klitorisku sementara Cintya melakukan hal yang sama dengan klitorisnya sendiri, lalu Cintya pun bergeser sehingga kedua kemaluan kami bertemu.

Perasaanku saat itu tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Melalui kerimbunan hitam rambut kelaminku kulihat coklat lembut rambut kelamin Cintya sementara dadanya yang putih mulus dan memerah karena gairah terlihat kontras bergesekan dengan betisku yang kuning langsat. Kedua memek kami, dengan labia yang basah saling menghempas, saling menjalin, dan saling melelehi menjadi satu. Cintya bergerak memutar-mutar selangkangannya dan kedua kelentit kami yang mencuatpun saling bergesekan.

“aah, ahh, yess.. yess”, kupejamkan mata dan perlahan kuremas-remas dadaku dengan tanganku yang bebas.
“Oooh, ngh.. aakh”, kurasakan cengkeraman tangan Cintya meninggalkan pergelangan kakiku saat ia menengadah dan tubuhnya mulai terkejang-kejang.

Kurasakan bagian bawah tubuhku bergerak-gerak seperti kehilangan kontrol, maju mundur naik turun bagaikan piston.

“Ooohhhh.. yeeeee.. eessh..!” seru kami bersamaan saat kedua kelentit kami saling bergesekan dengan kencangnya.

Tubuhku menggelinjang hebat, Cintya mengejang dan terasa waktu pun menghilang saat secara bersamaan memek kami menyemburkan cairan kental orgasme. Sekali, 2 kali, dan tiga kali gelombang orgasme menghempas Cintya, dan bahkan saat terbaring lunglai di sisiku pun tubuh seksinya masih bergemetar. Kulingkarkan lenganku di bahunya, dan kurangkul kekasih baruku erat-erat. Kukecup pipinya lembut. Cintya membuka matanya, menyambar bibirku dan melumat mulutku. “Idih, kau berasa seperti memek”, katanya.

“Ayo kita melarikan diri saja, dan bercinta selamanya”, kusuarakan angan-angan di benakku.
“Kedengarannya nikmat”, balas Cintya.

Kami kembali berciuman dan kurasakan tangan Cintya kembali meraba-raba rimbunan hitamku yang sekarang benar-benar basah kuyup tersiram sekresi kami berdua. Kubiarkan diriku pasif terbaring di pelukan Cintya cukup lama sementara dia bermain dengan bagian bawahku. Belaian-belaiannya lembut seolah ia menghapal seluruh tonjolan dan lipatan-lipatan memekku. Lalu Cintya menelentangkan diri.

“Ayo kita ngentot lagi”, katanya sembari menggoyang-goyangkan tubuh mengatur posisi.
“Ayo duduk di muka saya”, perintahnya.

Aku pun berlutut, menunggangi kepalanya, dan mulai menurunkan kemaluanku ke wajah cantik Cintya. Cintya memiliki lidah yang betul-betul panjang dan aku pun mulah mendesah dan mengerang ketika ia melesakkan lidahnya ke dalamku senti demi senti. Urat-urat dalam memekku otomatis mencengkram erat lidah Cintya sementara pinggulku bergerak melingkar dengan perlahan, benar-benar larut dalam ulasan lidah Cintya. Mulutku terasa kering dan aku pun merasa betul-betul perlu melahap memeknya lagi.

Kuputar posisiku, kurendahkan kepalaku dan kami bercinta dalam posisi enam sembilan. Kembali kulimpahkan segala perhatianku ke kelamin partnerku, menyibakkan labianya yang hangat, dan ketika kukecap pelumas Cintya yang mulai mengucur kembali, kurasakan jarinya yang giliran menjelajahi pantatku. Nafasku kembali terengah-engah sementara lidah Cintya membelai-belai jauh ke dalam rahimku dan jarinya menjelajahi bagian belakangku.

“Uuuh .. uungh .. unghh” seruku tertahan-tahan sebab mulut dan hidungku terselimut ke perempuanan Cintya sementara dia pun mengeluarkan suara-suara yang serupa.
“Ah! Aah! aah! Lagi..” otot-otot memekku menggeletar saat Cintya menggigit lembut klitorisku.
“Auh!”
“Yaah!” kurasakan geliginya mengitari kacangku.
“Oooh.. yeessh.. ssh..” kulingkari kelentitnya dengan bibirku dan kusedot keras-keras.
“Yes.. yes.. yee.. ee.. sh!”
“Yeesshh.. mmh.. mffh..” ujung lidah kami berdua mengulas-ulas kedua kelentit dengan gerakan sangat cepat, kurasakan seluruh urat kedua memek kami mengencang dan mengendur di luar kontrol dan kami pun kembali tenggelam, orgasme membanjir keluar.

Setelah kembali mengatur nafas, kulepaskan diriku dan kuhempaskan diriku di samping Cintya supaya kami bisa saling bertatapan wajah. Dengan lengan dan kaki kami saling merangkum, kami bersentuhan berciuman lembut, betul-betul kehabisan tenaga dan kecapaian.

“Mudah-mudahan besok saya bangun sebelum kau bangun”, katanya setengah bermimpi.
“Memangnya ada apa?” seraya menyibakkan rambutnya ke samping, mengecupi pipi, hidung, dan kelopak matanya yang terpejam. “Sebab, hal pertama yang saya ingin kamu lihat besok pagi adalah wajah saya tersenyum di antara kedua pahamu”, jelasnya.
“Oh, rasanya sekarang ini saya sudah jatuh cinta”, kataku lembut.
“Sini, saya jaga biar tetap hangat”, katanya sambil merangkum kemaluanku ke dalam telapak tangannya yang memang hangat.
Bacaan sex top: Cerita Dewasa Indo Rayuan Maut Anak Kost
Kukecup kembali bibirnya, dan sementara kami berdua berpelukan erat, kunikmati kehangatan lembab semak-semaknya yang bersandar ke pahaku. Setelah selama beberapa lama hanya desiran mesin pendingin udara yang terdengar, melalui dinding terdengar suara-suara dua orang gadis dari kamar sebelah. Tak mungkin tidak, mereka sedang bercinta.

“Kan, sudah saya bilang. Semua cewek berbuat hal yang sama”, kata Cintya sambil tersenyum lebar.
“Mungkin besok kita perlu mengunjungi tetangga sebelah dan mengundang mereka untuk mampir”, sahutku setengah tertidur.
“Tapi itu artinya saya harus membagi kau dengan mereka”, kata Cintya.
“Betul”, gumamku setengah bermimpi,
“Tapi ingatlah bahwa itu juga artinya kamu bakal punya tiga buah memek yang lembek dan basah untuk dilahap ditambah tiga mulut hangat untuk melayanimu.”
“mm”, katanya sembari membasahi bibir.
“Betul juga. Mari kita beramah-tamah dengan mereka besok.” Kami kembali berciuman lembut, dan tak lama kudengar desahan-desahan indah dari kedua gadis sebelah kamar hotel kami.

Akhirnya, gadis pertama menjeritkan puncak kenikmatannya, diikuti segera dengan jeritan orgasme temannya. Aku tersenyum sendiri, dan sebelum kami berdua jatuh tertidur, kubalas merangkum kewanitaan Cintya dengan telapak tanganku, menyongsong alam impian. - Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.



Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Saturday, May 14, 2016

Cerita Dewasa 2016 Pesta Sex Pasutri Indo

Cerita Dewasa 2016 Pesta Sex Pasutri Indo - Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Hanya Sebuah Akal Kamu SajaCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Cerita ini aku alami waktu berlibur di kota S bersama istriku. Saat itu aku ketemu mantanku waktu kerja di kota itu. Namanya Maya, sebut saja demikian. Aku dan istriku waktu itu menginap di hotel 'S', kami berdua sudah hampir 3 hari menginap untuk sedikit refresing dari kota J.

 Cerita Dewasa 2016 Pesta Sex Pasutri Indo
cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Koleksi Foto Syur Pasutri Muda 2016 Terhot
Selama ini aku mendengar Maya hidup sendiri, dia sudah putus sama yang katanya calon suami waktu dulu dikenalkan denganku, dan dia katanya sekarang adalah biseks (moga-moga bukan begitu yang aku dengar).

Hari keempat setelah usai makan malam, aku dan istriku mulai iseng seperti biasa suami istri saling cium, saling hisap walaupun dengan pakaian setengah telanjang, namun gairah kami berdua tidak ada habis-habisnya (maklum tiap hari pikiran ini dipenuhi pekerjaan kantor, jadi wajar kalau tiap hari waktu liburan kami senantiasa berhubungan).

Kata teman-temanku aku punya libido seks yang tinggi, makanya istriku kadang-kadang tidak kuat meladeni diriku di ranjang. Tengah asyik-asyiknya kami penetrasi pintu kamar hotelku diketuk, aku langsung beranjak tanpa mempedulikan istriku yang sudah ngos-ngosan tidak karuan.

Betapa terkejutnya aku waktu kubuka pintu, sesosok badan yag anggun berdiri di depanku dengan celana jeans ketat dan kaos putih ketat terawang. Aku hampir terpesona "Maya.." kataku setengah gugup. "Ayo masuk," pintaku, tanpa sadar aku sudah setengah telanjang (walau hanya memakai celana pendek waktu itu).

Dia mengikutiku masuk ruangan hotel, istriku pun tengah rebahan dan hanya ditutup oleh selimut hotel.
"Ini Maya, Mah kenalin," mereka pun saling berjabat tangan.
"Oh, kalian sedang asyik yah, maaf kalo aku mengganggu?" kata Maya kemudian.
Kami pun agak kikuk, namun Maya dengan santai pun berkata,
"Lanjutin aja, cueklah kalian kan sudah suami istri, ayo lanjutin aja!"

Aku dan istriku heran melihat hal itu, namun dengan sedikit kikuk tanpa aku pikirkan siapa dia, aku mulai lagi penetrasi dengan istriku (walaupun agak canggung). Kulumat bibir istriku, turun ke bawah di antara dua payudara nan indah yang kumiliki selama ini (ukurannya sih 34B) kujilat-kugigit puting susu istriku, dengan terpejam istriku mendesah, "Aaahh.. aahh.." dia pun tidak memperdulikan sekelilingnya juga termasuk Maya.

Mulutku mulai turun ke arah di lubang kemaluan istriku dengan tangan kanan dan kiri meremas-remas kedua payudaranya. Kujilati lubang kemaluan istriku, dia pun mulai bergoyang-goyang. "Mas.. itilnya.. aahh enak.. Mas.. terus.." Aku sempat melirik Maya, dia pun melihat adegan kami berdua seakan-akan ingin ikut menikmatinya.

"Mas, ayo mulai.. aku.. udah nggak.. kuat.. nih.." lalu penisku yang sudah mulai tegak berdiri mulai masuk ke lubang vagina istriku, "Bleess.. sleepp.." begitu berulang-ulang, tiba-tiba tanpa aku sadari Maya sudah melepas semua penutup tubuhnya, dia beranjak dari tempat duduk dan mendekati istriku, dilumatnya bibir mungil istriku. Edan! pikirku, namun ini memang pengalaman baru bagi kami berdua dan lebih ada variasinya.

Istriku pun ternyata membalas ciuman Maya dengan bergairah, tangan Maya pun asyik memainkan puting susu istriku. Hampir satu jam aku naik-turun di tubuh istriku, dan tubuh istriku mulai mengejang "Mas.. aku.. ke.. lu.. aagghh.." Tubuh istriku tergeletak lemas di ranjang, Maya tahu kalau aku belum sampai puncak, ditariknya diriku agar duduk di tepi ranjang, dengan penis yang masih tegak dan basah oleh sperma istriku.

Maya mulai menjilati penisku dengan bergairah, "Enak Mas cairan istrimu ini," katanya. Istriku yang melihat hal itu hanya senyum-senyum penuh arti, Maya masih dengan bergairah mengulum-ulum penisku yang panjang dan besar itu, "May, aku pengen.." Dia tahu apa yang kuminta, tanpa bertanya pada istriku Maya naik di antara kedua kaki, rupanya lubang kemaluannya sudah basah melihat adeganku dan istriku tadi.

Lalu "Bleess.." penisku sudah masuk ke vagina Maya. Istriku melihat itu hanya terdiam, namun kemudian dia bangkit dan mendorongku sehingga aku di posisi terlentang di ranjang. Ia mulai naik ke tubuhku dengan posisi lubang vaginanya tepat di atas kepalaku.

"Jilati Mas.." pintanya manja. Aku mulai menjilati lubang kemaluan istriku dan klitorisnya yang indah itu, istriku dengan posisi itu ternyata lebih bisa menikmati dengan Maya, mereka saling berciuman dan posisi Maya pun naik-turun di atas penisku. Istriku dengan bergairah melumat kedua puting payudara indah milik Maya, setelah setengah jam tubuh Maya mengejang, "Mas.. aku.. mau.. ke.. aahh.." cairan panas menerpa penisku, begitu pula aku sudah ingin mencapai puncak dan tak tahan lagi spermaku tumpah di dalam lubang vagina Maya.

Maya kemudian beringsut dari tempat tidur, dia berjalan ke arah tas yang ia bawa tadi, lalu mengeluarkan sebuah benda coklat panjang dengan tali melingkar, itukah yang dinakan "dildo", aku dan istriku baru tahu waktu itu.

Maya mulai mengenakan dildonya, persis seperti laki-laki, dia berjalan ke arah istriku yang sejak tadi rebahan di sampingku. Maya mulai beraksi, dia menciumi istriku dengan bergairah, melumat puting susu istriku yang tegak, turun ke vaginanya, dijilatinya dengan puas, klitorisnya dimainkan dengan ujung lidahnya, istriku tak tahan dia mendesah-desah kenikmatan.

"May.. terus.." Maya kemudian melepas vagina istriku yang tadi dijilat dan digigitnya, dia naik di atas tubuh istriku, lalu tangannya membimbing dildo yang dia pakai tepat di atas lubang vagina istriku, dengan sekali tekan masuklah dildo itu, "Aauugghh.." teriak istriku. "Enak Mas.. lebih enak dari punyamu.." katanya, aku hanya tersenyum.

Maya seakan bergairah sekali dalam permainan itu, seakan-akan dia seorang laki-laki yang sedang menyetubuhi wanita, istriku pun menikmatinya. Aku sudah tidak tahan melihat adegan itu, tanpa minta ijin dulu dengan posisi membelakangi Maya aku melihat warna merah indah vagina milik Maya terpampang di depanku. Dengan sekali genjot penisku sudah masuk ke lubang itu, "Bleess.." Mata Maya sampai terpejam-pejam menikmati itu.

Setelah beberapa lama tubuh istriku tampak mengejang dan, "Ahh.. May.. sayang.." Dia lemas untuk kedua kalinya. Maya tiba-tiba menahanku, sehingga aku terdiam, dia bangkit berdiri dari posisi di atas istriku, dia mendorongku ke tempat tidur, dia melepas dildonya dan naik ke tubuhku, dia mulai lagi dengan posisi seperti awal tadi, wow nikmat sekali. Istriku bangkit dari ranjang, dia iseng mengenakan dildo yang dikenakan Maya tadi, lalu berjalan membelakangi Maya, istriku melihat dengan indah pantat Maya yang putih mulus dan halus itu.

Dibelainya dengan lembut, dia mendorong tubuh Maya sehingga terjerambab, dengan posisi itu kami dapat saling berciuman dengan bergairah. Istriku lalu mengambil posisi, dengan perlahan-lahan dia memasukkan dildonya di dubur Maya (dia ingin anal seks rupanya dengan Maya), dengan gerakan lembut dildo itu masuk ke dubur Maya, Maya pun berteriak, "Aagghh sa.. kit.." istriku pun berhenti sebentar, lalu dengan gerakan maju-mundur secara pelan dildo itu akhirnya lancar masuk ke dubur Maya. Mata Maya pun sampai terpejam-pejam, "Mas.. aku.. udah.. nggakk.. ku.. at.. la.." kembali cairan panas menyerang penisku.
Bacaan sex top: Cerita Dewasa Terhot Memperkosa Adik Kelas
Istriku sudah berhenti memainkan dildonya takut Maya menderita sakit. Tubuh Maya terbaring di ranjang sebelahku, istriku yang nafsunya masih menggebu langsung menyerangku, dia dengan posisi seperti Maya tadi mulai naik-turun dan tanganku pun tak ketinggalan memilin kedua puting susunya. Setelah hampir satu jam kami bergumul, akhirnya klimaks kami berdua sama-sama mengeluarkan cairan di dalam satu lubang.

Istriku kemudian beringsut, dia ingin mengulum penisku yang masih tegak berdiri dan basah oleh cairan kami berdua, Maya pun tak ketinggalan ikut mengulum-ngulum penisku. Betapa nikmatnya malam ini, pikirku.

Akhirnya kami bertiga tertidur karena kecapaian dengan senyum penuh arti semoga permainan ini dapat kami teruskan dengan didasari rasa sayang bukan karena nafsu semata di antara kami bertiga. Semoga! - Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.



Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks